"Pengetahuan sejati adalah mengetahui bahwa kita tidak tahu." Begitulah kira-kira ucapan Sokrates untuk mendefinisikan bagaimana cara memahami pengetahuan. Walaupun dikenal sebagai filsuf brilian, dalam setiap kesempatan berbicara atau diskusi, Sokrates lebih suka menjadi pendengar yang aktiv dari pada menceramahi orang-orang. Aktivitas filsafatnya dilakukan dengan berjalan-jalan di sudut-sudut kota Athena, pasar dan tempat ramai untuk menanyai orang-orang tentang hakikat hidup, moral, manusia dan pengetahuan. Terdapat kesamaan pola mengenai apa yang diperbuat oleh para pemikir hebat. Mereka berpikir tidak seperti kebanyakan orang. Barangkali jutaan pasang mata manusia melihat apel jatuh, namun hanya Isac Newton yang bertanya "mengapa apel itu jatuh?". Bukan berarti Newton merupakan orang tak punya kesibukan, melainkan nalar kritis yang memandunya untuk bertanya demikian. Pertanyaan remeh Newton membawa lompatan besar ilmu pengetahuan dalam sejarah umat ma...
Kumpulan esai sejarah, filsafat, cerpen dan opini argumentatif