Sokrates terkemuka dalam sejarah merupakan salah satu pemikir yang membenci demokrasi. Bukan tanpa alasan, ketidaksetujuannya atas Demokrasi berprinsip bahwa seluruh masyarakat setara dan memiliki kebebasan. Siapapun itu, terlepas dari suku, ras, preferensi ideologi, kaum buruh atau orang yang tak berpendidikan sama harganya di mata demokrasi. Hal itu yang seringkali menyebabkan kelahiran orang-orang bodoh menjadi pemimpin. Seorang ahli tata negara yang telah melahap ratusan rak perpustakaan bisa jadi kalah suara politisnya dalam menjelaskan "bagaimana ketidakadilan hukum di suatu negara?" dibandingkan dengan seorang artis musik yang baru tenar kemarin. Seorang ilmuwan yang nyaris menghabiskan waktu hidupnya untuk penelitian bisa jadi kalah suara dalam menerangkan “mengapa terjadi gempa?” dibandingkan dengan dukun yang menjelaskan gempa terjadi karena Nyi Roro Kidul marah karena adanya perda syariah pelarangan memakai kemben. Ilustrasi yang dapat menjelaskan hal tersebut ...
Kumpulan esai sejarah, filsafat, cerpen dan opini argumentatif